Iwak
Permainan Iwak, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Congklak, merupakan permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh dua orang. Permainan ini menggunakan papan yang memiliki total 16 lubang, terdiri dari 14 lubang kecil (masing-masing pemain memiliki 7 lubang kecil) dan 2 lubang besar yang disebut gunung. Pada awal permainan, setiap lubang kecil diisi dengan 7 biji, yang biasanya berupa batu kecil atau biji asam. Di daerah Sumbawa, permainan ini dahulu dimainkan dengan membuat lubang-lubang langsung di tanah.

• Cara Bermain
 Permainan dimulai ketika salah satu pemain mengambil seluruh biji dari salah satu lubang kecil di wilayahnya, kemudian menyebarkannya satu per satu ke lubang berikutnya secara berurutan searah jarum jam.
 Apabila biji terakhir jatuh pada lubang yang kosong, terdapat dua kemungkinan. Jika jatuh di wilayah pemain sendiri, pemain berhak mengambil biji milik lawan yang berada tepat di seberang lubang tersebut (disebut menembak), dan setelah itu giliran bermain berpindah ke lawan. Namun, jika biji terakhir jatuh di wilayah lawan, maka giliran bermain langsung diberikan kepada lawan.
 Jika biji terakhir jatuh di lubang besar (gunung), maka pemain dapat melanjutkan permainan dengan bebas mengambil biji dari salah satu lubang kecil di wilayahnya.
 Giliran bermain akan berpindah ke lawan apabila biji terakhir jatuh di lubang kecil yang tidak berisi biji.
 Permainan berakhir apabila terdapat tiga lubang kosong pada salah satu sisi permainan, atau ketika salah satu pemain sudah tidak memiliki biji lagi di wilayah permainannya, baik di sisi sendiri maupun lawan.
 Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah biji yang terkumpul di gunung masing-masing pemain. Pemain dengan jumlah biji terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

• Nilai dan Manfaat Permainan Iwak (Congklak)
Permainan Iwak atau Congklak memiliki nilai edukatif yang tinggi, terutama dalam melatih kemampuan berpikir dan strategi. Permainan ini menuntut pemain untuk menghitung, merencanakan langkah, dan memperkirakan hasil dari setiap keputusan yang diambil. Hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan berhitung, konsentrasi, serta daya ingat anak.
Dari sisi sosial, permainan Iwak mengajarkan kesabaran, kejujuran, dan sportivitas. Pemain harus menunggu giliran, mematuhi aturan permainan, serta menerima hasil permainan dengan lapang dada. Permainan ini juga mempererat hubungan sosial karena dimainkan secara berpasangan dan melibatkan interaksi langsung antara pemain.
Selain itu, permainan Iwak memiliki nilai budaya yang kuat sebagai permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Permainan ini menjadi sarana pelestarian budaya lokal dan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi daerah.
⬅ Kembali
🔈 Musik Mati